Sifat Api Neraka dan Ahlinya




Sahabat yang dirahmati Allah,
Siapakah mayoritas penghuni Neraka?
Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud : “Dan aku melihat ke dalam Neraka, maka aku dapat melihat kebanyakan penghuninya adalah terdiri daripada golongan wanita.”

Kenapakah majoriti penghuni Neraka ini adalah wanita?Apabila Rasulullah s.a.w melawat ke dalam Neraka maka baginda s.a.w melihat kebanyakkan penghuninya adalah daripada kalangan wanita. Apakah kesalahan dan dosa yang mereka lakukan sehingga dikatakan menjadi penghuni paling ramai di Neraka. Na’uzubillahiminzalik!!

Ini disebabkan ramai kaum wanita yang tidak menunaikan hak suami. Mereka tidak berterima kasih di atas pemberian suami dan tidak menjaga kehormatan diri ketika suami tidak ada di rumah. Mereka tidak menutup aurat daripada orang yang bukan muhram dan ramai pula di kalangan mereka keluar dari rumah dengan bermacam-macam perhiasan dan persolekan, memakai minyak wangi dan membiarkan bau wangi itu dicium oleh orang yang bukan mahramnya. Sedangkan dia berhadapan dengan suaminya dengan pakaian yang buruk dan badan yang berbau busuk. Inilah di antara sebab-sebab yang mengakibatkan ramai di kalangan wanita yang akan masuk Neraka.

Sahabat yang dimuliakan, Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : “Api Neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga hitam gelap, bagaikan malam gelap kelam.”

Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud : ” Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli Neraka yaitu seorang yang bersandal (selipar) dari api Neraka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah di telinganya ada api, dan giginya berapi dan di bibirnya ada uap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahwa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli Neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli Neraka.”

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik r.a. berkata : “Jibril datang kepada Nabi s.a.w. pada saat yang tiada biasa datang dalam keadaan yang berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi s.a.w. : ‘Mengapa aku melihat kau berubah muka?’

Jawabnya : ‘Ya Muhammad aku datang kepadamu pada saat di mana Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api Neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa Neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya.’

Lalu Nabi s.a.w. bersabda : ‘Ya Jibril jelaskan kepadaku sifat Jahannam!’

Jawabnya, ‘Ya ketika Allah menjadikan Jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya karena panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli Neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam al-Qur’an itu diletakkan di atas bukit nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ketujuh.’

‘Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa niscaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur karena sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasan besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potong-potongan api. Api Neraka itu ada mempunyai TUJUH pintu, tiap-tiap pintu ada bagian yang tertentu dari orang lelaki dan perempuan.’

Nabi s.a.w. bertanya : ‘Apakah pintu-pintu bagaikan pintu-pintu rumah-rumah kami?

Jawabnya : ” Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya dari bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh kali lipat ganda, maka digiring ke sana musuh-musuh Allah sehingga bila telah sampai ke pintunya disambut oleh Malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu di masukkan ke dalam mulut mereka hingga tembus ke dubur, dan diikat tangan kirinya ke lehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan dalam dada dan tembus ke bahunya, dan tiap manusia diganding dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sampai dipukul oleh para Malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar karena sangat risau maka ditanam ke dalamnya, kemudian Nabi s.a.w bertanya : ‘Siapakah penduduk masing-masing pintu?’

Jawabnya :
‘Pintu yang terbawah (pertama) untuk orang-orang Munafik, dan orang-orang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa a.s. serta keluarga Fir’aun sedang namanya Alhawiyah.

Pintu kedua, tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim.

Pintu ketiga, tempat orang-orang Shobi’in bernama Saqar.

Pintu keempat, tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha.

Pintu kelima, orang Yahudi bernama Huthomah.

Pintu keenam, tempat orang Kristian (Nashara) bernama Sa’ier.

Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga Nabi s.a.w. tanya : “Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?’

Jawabnya : ‘Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari umatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat’. Maka Nabi s.a.w jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi s.a.w di pangkuan Jibril sehingga sadar kembali, dan ketika sudah sadar Nabi s.a.w bersabda ; “Ya Jibril sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umatku yang akan masuk ke dalam Neraka?

Jawabnya ; ‘Ya , yaitu orang yang berdosa besar dari umatmu.’

Sahabat yang dihormati, Marilah sama-sama kita insaf dan bertaubat kepada Allah s.w.t. Jauhkanlah diri kita daripada perbuatan dan amalan yang akan menjerumuskan kita ke dalam api Neraka yang amat dahsyat sekali.

Oleh itu, wahai saudaraku sekalian, marilah sama-sama kita selamatkan diri kita, ahli keluarga, jiran tetangga, sahabat handai, saudara mara dan masyarakat kita. Dengan mengajak mereka untuk kembali mengambil Islam sebagai cara hidup. Hanya Islam agama yang diredhai Allah.

Sebagai suami dan ayah perlulah kita mendidik isteri dan anak -anak perempuan kita dengan tarbiyah karena wanita itu akalnya setipis rambutnya. Dijadikan wanita itu daripada tulang rusuk yang bengkok, untuk luruskannya perlu kepada lelaki yang beriman kepada Allah. Dari itu didiklah mereka dengan tarbiyah Islamiyyah secara yang berhikmah.

Kasihanilah mereka, tanpa lelaki yang beriman tidak mungkin akan melahirkan wanita yang solehah. Akal wanita setipis rambutnya, tebalkan dia dengan ilmu agama. Hatinya serapuh kaca, kuatkan dia dengan iman dan takwa kepada Allah. Perasaannya selembut sutera, hiasilah dengan akhlak mulia. Jangan jinakkan wanita dengan harta karena nanti mereka akan semakin liar. Jangan hiburkan mereka dengan kecantikan karena nanti mereka akan menderita.

Kenalkan mereka dengan Zat Allah yang kekal, disitulah puncak kekuatan dunia. Suburkan mereka dengan nikmat iman dan Islam karena dari situlah nantinya mereka akan lihat nilai dan keadilan Rabb, Tuhan sekalian alam. Bisikan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan kelemahan dan ianya bukan diskriminasi Allah, sebaliknya disitulah kasih sayang Allah. Tanpa iman, ilmu dan akhlak mereka tidak akan lurus, malah akan semakin bengkok. Itulah hakikatnya seandainya mereka tidak kenal Allah. Bila wanita menjadi durhaka pasti dunia lelaki akan menjadi huru hara. Jinakkan diri mereka untuk mentaati Allah s.w.t.
Semoga bermanfaat untuk kita  amiin.

Tuliskan Pendapatmu Disini: